Kesenangan Pagi (L)

Putra bungsu kami kembali tinggal bersama kami setelah beberapa tahun jauh dari rumah. Bertahun-tahun menjadi pasangan yang anak-anaknya sudah dewasa membuat kami terbiasa berhubungan seks kapan pun dan di mana pun kami mau, jadi kami harus menyesuaikan diri. Karena kami sudah berusia akhir 50-an, kami merasa kurang berenergi di malam hari, jadi kami mengatur pertemuan kami di pagi hari. Sabtu pagi lalu, kami bangun pukul empat pagi untuk menikmati waktu berdua.

Aku mandi, dan ketika Char keluar dari kamar mandi, dia bergabung denganku di tempat tidur. Dia berbaring di tempat tidur di sampingku, dan aku mulai menciumnya dan menghisap putingnya. Aku suka melihatnya bercinta dengan dirinya sendiri menggunakan mainan sampai dia orgasme, jadi aku menyalakan mainan favoritnya, Silicone Sloan dari Ladygasm, dan mulai menggosokkannya ke putingnya, klitorisnya, dan lubang vaginanya. Setelah beberapa menit, dia siap untuk melumasinya dan mulai beraksi.

Dia melumasinya dan mulai memasukkannya dalam-dalam ke dalam dirinya, lalu menariknya keluar dan menggosokkannya ke klitorisnya. Maju mundur, menusukkannya dalam-dalam, lalu menggosok klitorisnya. Sepanjang waktu aku menciumnya dan menghisap putingnya. Tak lama kemudian aku mendengar dia orgasme, “Ungh, ungh, ungh, ungh”, dan aku berhenti agar aku bisa melihat vaginanya berkedut.

Lalu aku tahu dia sudah siap untuk acara utamanya. Aku memposisikan diriku di antara kedua kakinya dan membelah bibir vaginanya dengan penisku. Dia berkata, “Tidak, kamu terlalu besar.” Dan aku terus mendorong dengan keras, mengatakan padanya bahwa dia menyukai yang besar, dan dia hanya tersenyum. Kemudian aku berhenti untuk menghisap setiap putingnya dan kemudian mengangkat tubuhku agar aku bisa melihat penisku masuk dan keluar dari vaginanya yang sempit.

Aku bertanya apakah dia siap untuk orgasme lagi, dan dia siap, jadi aku mulai menggaulinya dengan keras. Tak lama kemudian kami berdua mencapai klimaks dan hanya berbaring di sana dalam pelukan pernikahan kami. Begitu aku menarik keluar, spermaku yang kental dan putih mulai menetes keluar darinya. Seperti yang selalu dia lakukan, dia meraih ke bawah dan mengambil sedikit spermaku dengan jarinya lalu membawanya ke mulutnya dan menjilatnya.

Cara yang sangat bagus untuk memulai Sabtu pagi!

Leave a Comment